Kasma Dambea Kakak kelima Adhan
Sejak dilahirkan, Adhan Dambea yang merupakan anak bungsu mendapatkan perlakuan special dari sang ibu.
“salah maupun benar, ibu tetap membela dia. Terlebih jika Adhan bertengkar dengan kakak-kakaknya, pasti yang dibela adalah Adhan.”
Tidak cuma itu, saking membela Adhan, ibunya sampai rela bertengkar dengan bapaknya yang berprofesi sebagai Guru, serta pengurus PSII di Gorontalo. “Begitu juga jika ibu pulang dari bepergian, dari manapun, pasti yang terlebih dahulu dicari adalah Adhan,” Kata Kasma, kakak kelima Adhan. Menurut dia, nama kesayangan Adhan adalah “te Hani”. “Cucu-cucu dari saudara-saudara memanggilnya ti opa Hany”.
Tapi, lain lagi dengan keponakan dari saudaranya, dia biasa dipanggil dengan “ti pa ade”. “Saat kecil kenakalannya sebagai anak-anak sangat Nampak. Saat SMP, dia sering bolos. Caranya bolos sekolah, yakni dengan berpura-pura masuk kedalam sekolah saat ayahnya mengantar ke sekolah. Tapi ketika ayah pergi, dia langsung kabur keluar dari sekolah”. Menariknya, Adhan menggunakan kebiasaan bolosnya justru untuk berkumpul dengan teman-temannya yang tidak sekolah. Nah, disitu ayah sempat memarahi dia”.
Kasma juga menceritakan bahwa sejak kecil, Adhan tidak seperti anak-anak lain yang hanya berdiam diri di rumah. “Dia sangat agresif. Setiap ada kegiatan di kampung, pasti dia ada. Jadi dia tidak pernah ketinggalan informasi”.
Sekarang, ketika dia menjadi anggota DPRD Kota Gorontalo kata Kasma, seluruh keluarganya dilarang mengemis, apalagi meminta-minta jabatan atau lainnya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. “Dia mau keluarganya jika ingin sukses harus berusaha. Adhan hanya mau membagi-bagi rezekinya atau menyumbang minyak tanah ketika malam pasang lampu di kampungnya”.
